Kemenangan ini tidak lepas dari strategi yang diterapkan pelatih Bonsu Hasibuan dengan memasang para pemain yang memiliki daya tahan fisik lebih. Mereka adalah Nico Pernando, Sendi, Dimas Saputra Ramadhan, dan Ujang Yakub di posisi kiper.
“Kita bisa mengambil peluang dari awal. Yang paling penting tadi semuanya bermain enjoy,” kata Bonsu selepas pertandingan.
Pertandingan antara kedua tim berjalan alot dan cenderung lambat. Para pemain berhati-hati dalam berlari karena lapangan yang basah diguyur hujan es sesaat sebelumnya.
Kemenangan ini mengantarkan tim yang dibentuk dua bulan sebelumnya di Bandung ke peringkat pertama klasemen Grup G. Indonesia mengumpulkan 10 poin dari tiga kemenangan dan satu kali kekalahan adu penalti. Di bawahnya masih ada Argentina yang sudah mengantongi poin 8 dari 2 kali pertandingan. Indonesia sendiri dipastikan unggul atas Skotlandia yang hingga pertandingan ke tiga sudah mengumpulkan 6 poin.
Seandainya mereka menang pada pertandingan terakhirnya, maka poin Skotlandia maksimal mencapai 9 atau masih di bawah Indonesia. Argentina sendiri akan melaksanakan pertandingan terakhirnya dengan India yang sudah mengantongi empat poin dari tiga pertandingan. Pertandingan antara keduanya dijadwalkan paling cepat pukul lima sore. Pengunduran waktu pertandingan ini karena panitia menghentikan pertandingan akibat lapangan yang basah oleh hujan.
Setiap tim yang lolos ke tahap dua Homeless World Cup 2013 ini akan diacak kembali untuk mendapatkan grup yang baru. Hingga saat ini, panitia masih menanti hasil dari seluruh pertandingan. Indonesia juga masih akan melaksanakan pertandingan persahabatan dengan Rusia pada pukul enam sore Poznan. Pertandingan ini dilakukan agar setiap peserta mendapatkan kesempatan bermain bola yang sama jumlahnya di babak penyisihan. Indonesia berada di Grup G bersama Skotlandia, India, Wales, dan Argentina. Sementara di grup lainnya ada enam peserta.
Selain berpeluang besar menjadi pimpinan grup, penjaga gawang sekaligus kapten Indonesia, Ujang Yakub mendapatkan sebuah peluit berwarna merah dari wasit Hary Milas asal Australia.
Milas memberikan peluit itu kepada Ujang karena dinilai memiliki semangat bermain bola yang sesungguhnya. “Kamu selalu tersenyum dalam pertandingan. Setiap menahan bola juga selalu berteriak dan itu memberikan semangat lebih pada nilai-nilai sportifitas dalam pertandingan,” ujar Milas kepada Ujang seusai pertandingan.
Selain itu, sambung Milas, semangat Ujang bisa menjadi inspirasi buat para pemain lain dan penikmat sepakbola jalanan yang hadir di Homeless World Cup ini. Dalam pertandingan melawan India, para pemain Skotlandia selalu ikut berteriak setiap Ujang berhasil menahan bola.
Teriakan itu sama seperti yang dilakukan oleh Ujang. Kalau di Indonesia teriakan seperti itu mirip saat orang-orang menonton Tukul membawakan acara talkshow.
Mendapatkan penghargaan seperti itu, Ujang langsung menyalami dan berterimakasih kepada Milas. “Tidak nyangka bisa seperti ini,” kata Ujang yang pada pertandingan kali ini memakai celana kiper yang dibawakan oleh ayahnya.
Menurut Akub, meski celana itu sudah sobek, tapi membawa banyak keberuntungan buat dirinya.
Pada penyelenggaraan Homeless World Cup 2012 di Mexico, kiper Indonesia, Suherman mendapatkan peluit dari wasit yang sama. Bedanya, peluit Suherman itu berwarna emas dan jumlahnya hanya ada 18 di dunia. Meski berbeda, semangat dan inspirasi yang disampaikan kedua kiper Indonesia ini benar-benar mendapatkan apresiasi dari para wasit di Homeless World Cup. (prl/dzi)
Indonesia vs India

Pemain Indonesia Riki Irawan (tengah) berusaha menjaga posisi saat menghadapi India dalam pertandingan kualifikasi Grup G Homeless World Cup 2013 di Danau Malta, Poznan, Polandia, Selasa (13/8). Indonesia menang atas India dengan skor 9-2 dan menyelesaikan pertandingan di Grup G dengan mencatat 10 poin dari tiga kemenangan.
Indonesia vs India

Pemain Indonesia Ahmad Faizin (tengah) berusaha mengirimkan bola ke rekannya saat menghadapi India dalam pertandingan kualifikasi Grup G Homeless World Cup 2013 di Danau Malta, Poznan, Polandia, Selasa (13/8). Indonesia menang atas India dengan skor 9-2 dan menyelesaikan pertandingan di Grup G dengan mencatat 10 poin dari tiga kemenangan.
Indonesia vs India

Penjaga gawang sekaligus kapten Indonesia, Ujang Yakub mengoperkan bola ke rekannya saat menghadapi India dalam pertandingan kualifikasi Grup G Homeless World Cup 2013 di Danau Malta, Poznan, Polandia, Selasa (13/8). Indonesia menang atas India dengan skor 9-2 dan menyelesaikan pertandingan di Grup G dengan mencatat 10 poin dari tiga kemenangan.
Indonesia vs India

Pemain Indonesia Sendi (kanan) berusaha menjaga posisi saat menghadapi India dalam pertandingan kualifikasi Grup G Homeless World Cup 2013 di Danau Malta, Poznan, Polandia, Selasa (13/8). Indonesia menang atas India dengan skor 9-2 dan menyelesaikan pertandingan di Grup G dengan mencatat 10 poin dari tiga kemenangan.
Indonesia vs India

Wasit Hary Milas (kanan) asal Australia memberikan peluit wasit sebagai penghargaan dan apresiasi kepada kiper Indonesia, Ujang Yakub yang tampil penuh senyum dan keriangan dalam bermain sepakbola jalanan seusai pertandingan Indonesia melawan India di di Danau Malta, Poznan, Polandia, Selasa (13/8). Indonesia menang atas India dengan skor 9-2 dan menyelesaikan pertandingan di Grup G dengan mencatat 10 poin dari tiga kemenangan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Indonesia Berpeluang Juara Grup G Homeless World Cup 2013
Bola Indonesia 13 Agustus 2013, 20:45
-
Indonesia Targetkan Kemenangan Atas India
Bola Indonesia 13 Agustus 2013, 18:00
-
Indonesia Kalah Oleh Argentina Lewat Penalti
Bola Indonesia 12 Agustus 2013, 20:54
-
Tim Homeless Indonesia Lolos Rintangan Pertama
Bola Indonesia 12 Agustus 2013, 09:39
-
Indonesia Tampil Berbeda dalam Parade Homeless World Cup 2013
Bola Indonesia 11 Agustus 2013, 10:21
LATEST UPDATE
-
Prediksi PSG vs Paris FC 13 Januari 2026
Liga Eropa Lain 12 Januari 2026, 03:10
-
Skor Barcelona vs Real Madrid: Serunya El Clasico, Babak Pertama Berakhir 2-2
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 03:00
-
Hasil Thailand U-23 vs Irak U-23: Skor 1-1, Gol Menit 85 Selamatkan Gajah Perang!
Asia 12 Januari 2026, 02:51
-
Prediksi Juventus vs Cremonese 13 Januari 2026
Liga Italia 12 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Liverpool vs Barnsley 13 Januari 2026
Liga Inggris 12 Januari 2026, 02:45
-
Hasil Bayern vs Wolfsburg: Luis Diaz dan Olise Bersinar, Die Roten Pesta 8 Gol!
Bundesliga 12 Januari 2026, 02:29
-
Hasil Monchengladbach vs Augsburg: Kevin Diks Cetak Gol, Tuan Rumah Pesta 4-0
Bundesliga 12 Januari 2026, 02:08
-
Hasil Man Utd vs Brighton: Welbeck Cetak Gol Lagi, MU Tersingkir dari Piala FA
Liga Inggris 12 Januari 2026, 01:56
-
Tempat Menonton Barcelona vs Real Madrid di Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 01:46
-
Nonton Live Streaming Barcelona vs Real Madrid di Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 01:36
-
Jadwal Siaran Langsung Final Piala Super Spanyol 2026: Barcelona vs Real Madrid
Liga Spanyol 12 Januari 2026, 01:31
-
Man of the Match Portsmouth vs Arsenal: Gabriel Martinelli
Liga Inggris 11 Januari 2026, 23:35
-
Man of the Match Fiorentina vs Milan: Dodo
Liga Italia 11 Januari 2026, 23:24
-
Hasil Portsmouth vs Arsenal: Gabriel Martinelli Hattrick, The Gunners Menang 4-1
Liga Inggris 11 Januari 2026, 22:53
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52

























KOMENTAR