Bola.net - General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, tak memungkiri pihaknya sangat tertarik memiliki pembalap sekaliber Marc Marquez di MotoGP. Sempat menjalani negosiasi, Dall'Igna pun menyatakan biaya balap yang tak setinggi Honda menjadi faktor kegagalan Ducati dalam menggaet Marquez.
Marquez yang menjalani debut MotoGP pada 2013, sukses meraih enam gelar dunia dalam delapan tahun terakhir. Kesuksesan ini pun membuat Marquez mendapatkan perpanjangan kontrak berdurasi empat tahun dari Honda pada Februari lalu, yakni kontrak terpanjang yang pernah didapatkan seorang rider MotoGP.
Ducati sendiri sudah beberapa kali mendekati Marquez, termasuk tahun lalu, sebelum rider Spanyol itu akhirnya menerima tawaran bombastis dari Honda tersebut. Ducati pun merasa kecewa, namun tak memungkiri bahwa Honda akan selalu bisa melampaui tawaran finansial mereka demi merayu Marquez kembali.
Sulit Samai Tawaran Gaji Honda

Marquez sendiri kabarnya sudah menerima gaji 13 juta euro per musim, dan nominal yang tertera pada kontrak barunya dengan Honda kemungkinan besar jauh lebih tinggi. Dall'Igna pun mengakui bahwa menyamai angka ini sangatlah sulit bagi pabrikan yang tak seraksasa Honda, seperti Ducati.
Kebetulan, Ducati juga tengah memampatkan biaya balap usai menggaji Jorge Lorenzo sebesar 12,5 juta euro per musim pada 2017 dan 2018, yakni investasi yang sayangnya 'tak balik modal'. "Kami kepikiran menggaet Marc bertahun-tahun lalu. Sayang, kala itu ada diskusi untuk mereduksi biaya balap," kisah Dall'Igna.
"Namun, gaji pembalap adalah hal paling penting dalam sebuah departemen balap, dan sangatlah sulit memenangkan tantangan ini dari Honda. Mereka punya dukungan biaya yang sangat besar, dan sulit bagi pabrikan Eropa untuk menyamai angkanya," lanjutnya.
Biar Penggemar Saja yang Mengira-ngira
Namun, pernahkah Dall'Igna membayangkan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan Marquez di MotoGP andai ia benar-benar mengendarai Desmosedici? Banyak pihak yakin Marquez akan sangat cocok mengendarai motor tersebut, namun Dall'Igna memilih tak berspekulasi.
"Saya rasa sulit memisahkan pembalap dari motor dan timnya. Kesuksesan ditentukan oleh kombinasi paket ketiganya. Jadi, sulit mengatakan apa hal yang bisa dilakukan Marc di atas motor Dovi. Saya rasa biarkan penggemar saja yang mengira-ngira, karena bagi saya ini lebih menghibur," tutupnya.
Usai gagal menggaet Marquez, Ducati sempat banting setir melakukan negosiasi dengan Maverick Vinales dan Fabio Quartararo. Namun, keduanya juga menolak dan memilih bertahan di Yamaha. Alhasil, Ducati memilih mempertimbangkan rider mudanya sendiri, dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada Jack Miller.
Sumber: GPOne
Video: Ikut Jejak Ayah, Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tak Sekaya Honda, Alasan Ducati Gagal Gaet Marc Marquez
Otomotif 14 Desember 2020, 12:39
-
Terapi Antibiotik Lancar, Marc Marquez Keluar dari Rumah Sakit
Otomotif 14 Desember 2020, 09:03
-
Marc Marquez Ragu Andrea Dovizioso Bisa Kembali ke MotoGP 2022
Otomotif 11 Desember 2020, 14:40
-
Marc Marquez Ingin Kembali ke MotoGP 2021 dengan Sikap Lebih Dewasa
Otomotif 11 Desember 2020, 11:45
-
Marc Marquez: Pol Espargaro Takkan Sesali Keputusan Pindah ke Honda
Otomotif 10 Desember 2020, 15:49
LATEST UPDATE
-
Latih Fulham, Alvaro Arbeloa Ingin Boyong 3 Pemain Real Madrid Ini?
Liga Inggris 9 Juli 2026, 16:00
-
Manchester United Kepincut Kiper Timnas Paraguay Ini?
Liga Inggris 9 Juli 2026, 15:30
-
Pesan Lamine Yamal ke Julian Alvarez: Gue Tunggu di Barcelona, Bro!
Piala Dunia 9 Juli 2026, 15:00
-
Andrey Santos OTW Manchester, Hari Ini Tes Medis di MU
Piala Dunia 9 Juli 2026, 13:00
-
Barcelona Ajukan Tawaran Resmi untuk Bintang Borussia Dortmund Ini
Liga Spanyol 9 Juli 2026, 11:30
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR